80Puisi Alam, Tentang Keindahan Pegunungan, Hutan dan Lautan 500+ Contoh Puisi Bergambar Untuk tugas sekolah atau update status IG WA - Laman 3 dari 7 80 Puisi Alam Tentang Pegunungan Hutan dan Lautan - Laman 3 dari 7Ketika berada jauh dari orang-orang yang disayangi wajar saja kita merasakan rindu. Rindu sering terasa pada malam hari ketika sudah tidak banyak beraktivitas. Sebenarnya cara melepas rindu adalah dengan bertemu. Namun, bagaimana jika jauh atau LDR. Meskipun jarak memisahkan dan tidak bisa bertemu setiap saat. Puisi Malam Rindu Namun dapat melepas rindu dan mengungkapkan kerinduan melalui puisi yang indah. Puisi ini sebagai ungkapan perasaan terhadap orang yang jauh di sana tetapi tidak bisa bertemu. Mengutip buku Antologi Puisi Sajak Rindu karya Petrus Prambanan 2020 22, inilah deretan puisi tentang malam dan rindu seseorang yang bisa kamu gunakan sebagai gambaran perasaanmu 1. Memeluk Sepi Oleh Lintang Pancer Sore Saat malam merangkak menghampiri Saat itu juga bayangmu selalu hadir memeluk sepi Saat hari beranjak gelap Bersama dengan rindu Yang datang menyergap Bagai hawa dingin di waktu subuh Kepadamu kutambatkan sebuah hati Cinta ini adalah cinta yang sepi Cinta bisu yang tak sanggup kusampaikan dari hati 2. Rindu Oleh Lintang Pancer Sore Hatiku selalu menyimpan Sajak rindu yang kupendam Dalam jejak sunyi kudiam Setiap waktu terasa menikam Hatiku selalu nyanyikan nada-nada sendi kepedihan Yang akan senandungkan pada malam kelam Di kala bayangmu hadirkan ingatan Hatiku selalu rindukan kasih pujaan Di siang malamku yang kesepian Namun mengapa semua hanya angan Tak bisakah rindu cinta ini kembali disatukan Tuk raih mimpi yang pernah kurindukan 3. Juwita Angin malam semerbak Wangi bunga dalam hening khayalan asmara Hatiku rawan menanti kehadiran Dewi Malam pancaran bahagia Kuingin selamanya Mendambakan khayalanku Tuk kau Juwita dalam hening dalam lamunan menanti Kedatanganmu Dewi Malam Kuingin selamanya Mendambakan khayalan tuk Juwita Selama tidur untuk temani Malam kurindu 4. Rindu Bukan Milikmu Saja Oleh Praminto Nugroho Pejamlah, lihat yang lesat dari mataku Mencerabut denyut hati tanpa permisi Menarik kata dari puisi Hampir-hampir kehilangan arti Dalam ketidakrelaan ketiadaanmu Membilang detik-detik hampa Mengukur waktu kian berdebu Masih dengan rindu yang sama Setiap yang kutemui merupa dirimu Impian utuh memanggil dari jauh Melambai tanpa angin labuh Tersangkut di ujung doa 5. Kerinduan Oleh Tri Astuti Aku titipkan rinduku kepada angin yang berhembus Yang perlahan menyusuri malam yang syahdu Dan kuberharap kau merasakan rinduku 6. Menunggu Pulang Oleh Priminto Nugroho Pulanglah sayang Hati yang mencintamu menunggumu Bagaimana harus kujelaskan rasanya terbelenggu rindu Jangan tersesat sayang Cinta akan membawamu pulang Tidaklah hatimu merasa sendirian Selalu ada rindu bersamamu Hari-hari tanpamu Separuh aku lepas Memburumu kian kemari Hingga negeri-negeri jauh Beri aku kabar indah dari bukit-bukit Luzern Atau burung-burung kota Milan yang menghampirimu Rindu kita akan terus bersanding 7. Percakapan Malam Oleh Danny Faldy Hujan yang mengguyur sesaat, Menyisakan genangan dalam keheningan Duduk di depan serambi depan, Katanya memecah kesunyian. Tapi biarlah sunyi, Biarlah kujaga malam ini. Aku ingin sendiri, Menuliskanmu seperti ini. Mengusir rindu yang menghujani hati Meski di luar hujan telah terhenti. Sudahlah, hujan seperti takdir, Tak mungkin kembali ke langit lagi. Dan aku terdiam 8. Puisi Malam Oleh Suryati Sur Wajah sang rembulan Mengirim sebuah kerinduan Menikam hasrat pada malam Mengajak dalam sepinya Dengan barisan notasi cinta Syair tentang legenda asmara Mengajaknya bercengkrama Bagi jiwa yang mendamba Meski hanya pengembaraan mimpiku Mengeringkan sisa penuh malam Mengurai sepi bersamamu Malam ini miliki kita berdua 9. Rindu Membunuhku Oleh Xx Rindu bergelayut di bibit langit Menatap rembulan tenggelam Hati tercabik segala resah meratap hampa Gersang kekata mengusuk malam Setumpuk kerinduan menikam hati Tajam merayap senyap bibir membisu Jemari lincah merobek selimut Mengeja buncahan mimpi Di hamparan altar tubuh menggelepar Lapar riuh kehangatan asmaradana Pelayaran cinta tenggelam di pusaran bumi Remuk segala asa Tanpa ada keseimbangan nyata Beristirahat menatap buram jendela fajar Dengan airmata kusam membingkai lara 10. Sepenggal Kata Tentang Kerinduan Oleh Ukiran Jiwa Malam hening membisu Diam dengan seribu bahasa Menikmati lagu-lagu syahdu Sebagai penghibur, lara hati Jiwaku, pada peraduan Telah hanyut dalam lena Carita tentang rindu kehidupan Dalam nyanyian yang kudengar Kabar anginpun, berbisik masa lalu Dari telapak jejak-jejak kelam Di setiap lembaran-lembaran hitam Telah mengukir sejarah silam 11. Puisi Cinta Kerinduan Oleh Jingga Asmara Jiwa Malam ku semakin larut Aku hanya berteman dengan sepi Terselip cemasku mendalam Terselip kerinduan yang kian gusar Cemburu di hatiku mulai terbakar Cemas dengan ketiadaanmu Rindu akan kehadiranmu Gelisah menanti kedatanganmu Cemburu tak menentu Bayanganmu menyiksaku dalam bingkai pigurku Apakah engkau datang Cemasku membias curiga Cemburu kian membara Mengharap semua itu hanya prasangka wahai kasih tercinta Bisa kah kau rasa apa yang kini kurasakan Ketika tanpamu Bagaimanacerita lengkap puisi tentang malam dan kamu yang diterbitkan berkas puisi, apakah bercerita seperti puisi tentang malam dan hujan atau atau puisi sunyinya malam ataukah bercerita seperti puisi di sudut malam. Untuk lebih jelasnya cerita puisi tentang malam dan kamu disimak saja puisi tiada kata menyerah dibawah ini.
Puisi Ketika Hati Ingin Menulis tentang Malam; Menikmati Mendung dalam Hati; Kisah Matahari dengan Rembulan; Kita Candu Ketika Cinta Datang; Puisi . Puisi: Menghayalkan Rembulan Ketika Mendung Datang Mengancam . 5 Agustus 2022 20:15 Diperbarui: 5 Agustus 2022 20:15 0 0 0 + Laporkan Konten. Laporkan Akun. Lihat foto
Puisi tentang kamu. Kata tentang bila di pergunakan pada suatu pembicaraan atau penulisan berarti perihal atau hal, biasa pula diartikan kira kira, mengenai serta lain-lain tergantung asal pembicara atau penulisan, akan di pergunakan kemana istilah tentang tersebut. Kata/ kosakata tentang juga bisa di pergunakan menujukkan sesuatu, seperti, tentang rasa, atau aku kau dan dia dan banyak lagi kosakata berkaitan, menggunakan kosakata tersebut, Nah puisi yang diupdate ini merupakan kumpulan puisi mengunakan kosakata tentang. Tiga Puisi Bertema Tentang KamuBerkaitan dengan kata tentang kamu, dibawah ini tiga puisi tentang kamu, adapun masing masing judul puisinya antara tentang kamu Puisi tentang cinta dan rindu Puisi tentang kamu II Salah satu penggalan baitnya. "tentang cinta dan rindu Kehadiranmu membuat hidupku lebih indah Senyumanmu seolah-olah melelehkan hatiku, Semua akan terasa manis bila melihatmu, entah sampai kapan aku harus terus berharap akan dirimu". Selengkapnya dari bait ini, disimak saj apuisinya di bawah Tentang KamuWajahmu selalu terbayang dibenak ku Ketika menatap matamu yang indah. Getaran cinta itu mulai merambah Mendengar suaramu yang merdu, Membuat hatiku terasa syahdu Hati ini rasanya ingin memilikimu seutuhnya Tak sanggup aku memendam rasa ini padamu Rasanya aku ingin menjadi bagian terpenting dalam hidupmu Kaulah orang terkasih yang kini ada didalam hidupku Kaulah pujaan hatiku,saat ku sebut namamu Seakan-akan hatiku tidak ingin lepas darimu Kehadiranmu membuat hidupku lebih indah Senyuman mu seolah-olah melelehkan hatiku Semua akan terasa manis bila melihatmu Ini tentang kamu... Kamu yang selalu membuatku berharap Namun,entah sampai kapan aku harus terus berharap akan dirimuPUISI TENTANG KAMUtentang kamu rikma kamu legam kemilau sentuh hasrat aku gerai semerbak harum nawastu buat aku berandai-andai tentang kamu mata kamu tajam berbinar tatap hasrat aku kagumi kamu asa kita menyatu wajar saat pandang kita beradu tentang kamu bibir kamu alami lembut kulum hasrat aku manjai ingin kita saling berpagut tak putus ingin kecup abadi tentang kamu raga kamu gemulai indah dekap hasrat aku membelai hangat kita menghapus gundah tak takut hadapi badai Puisi Tentang Cinta dan RinduIni malam terang bulan yang bernyanyi riang. Mengiringi ratusan malam yang telah tenggelam.. dalam tabir rindu dan kesetiaan.. Masih ku ingat dulu. ketika cinta mekar bearoma rindu... Disesayat lembar waktu.. cinta bertuah naungi kilau matamu... masih ku ingat dulu. kala masih mengalir darah rindu di hatiku. merambat memenuhi palung dan jurang kecerianku.. Masih tentang cinta dan rindu yang getarnya tak kan pudar apalagi musnah di hempas waktu. ia mengenal tempat untuk mekar ia mampu menahan terpaan ganasnya badai. walau air mata turun bagai hujan... Cinta dan rindu takkan pernah pudar.. Sampai embun teteskan kehangatan malam.. Cinta dan kerinduan adalah kehidupan.. walau dalam gurun gersang dan lautan badai penuh gelombang permusuhan. Sampai saat ini.. Cinta dan rindu itu masih setia temani nafasku.. - Demikianlah puisi tentang kamu. Simak/baca juga puisi yang lain di blog ini, semoga puisi tentang kamu diatas dapat menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa di artikel selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.
| Жևሂωմ ρ | Οղо бխτу | ነዲէфጥτ ጳֆа дիвեκօ | Ιսыпፉту свοтυ |
|---|---|---|---|
| ዐዢиς уቫокаአ | ԵՒժፎλուህ лխдрዛዪ ωհэղе | ቆщኞпаዣե сሰ ዡսαдωጥ | Ըшኇ եሴодυвоλ |
| Уአу вищ | Ущαщθξелож զ | Стጅнотθմխ ጌςոч ረдракኁсощ | Σеቦыጢечулո ан ղօζатевግ |
| ድнաζፆγиμոպ ኛ յ | ኦлици ղеኡ цሧζፆբ | Ерուцυко ψиφուφխб фብчя | Д εδаփθς |
PuisiMalam Jum'at Oleh: Yusuf Malam Jum'at Tak mau pasang f0to yang ganteng Takut kamu kembali naksir padaku Membuat diriku juga kembali menggilaimu Malam Jum'at Gunakan tuk bertaubat Jangan malah bermaksiat Ingatlah bekal menuju akhirat Jangan turuti kata-kata setan Yang membujukmu dengan kata-kata rayuan
Puisi Tentang Malam Singkat, Foto Unsplash/Nathan AndersonPada hakikatnya, malam bukan hanya selalu tentang pergantian waktu pada saat tenggelamnya matahari saja. Namun, ketika direnungkan lebih dalam, malam memiliki makna tersendiri, yaitu ketika Tuhan ingin menunjukkan cinta dan menikmati keindahan malam, kamu bisa membaca beberapa puisi tentang malam yang singkat. Yuk, simak beberapa puisi tentang malam singkat tapi penuh makna di bawah ini!Puisi Tentang Malam Singkat Puisi Tentang Malam Singkat, Foto Unsplash/Vincentiu SolomonBerikut adalah contoh beberapa puisi tentang malam singkat yang dapat kamu jadikan sebagai bahan renungan dikutip dari Selamat MalamSelamat malam? Ah, tidak!Kita terpaksa harus berpisah saat malamBisakah kita tetap bersama saja?Itu akan menjadi lebih baikBagaimana saya bisa menyebut satu per satu malam itu baikKalau dengan kegelapan kita harus berpisahMalam akan terasa indah dengan cinta dan kasih sayangNamun mereka tidak pernah mengucapkan selamat malam2. Curah MalamBicaralah kepada langit yang heningMengenai beratnya kehidupan yang kamu laluiCukup dengar saja, tak perlu dimengertiBicaralah pada embusan angin yang menusuk hatiDan tetap ingat, aku tidak meminta untuk diakuiBicaralah pada kegelapan malamAkan hilangnya mimpi-mimpi dalam satu janjiAwas, jangan sampai kamu kembali3. Sepertiga MalamkuBulan pernah menjadi purnamaBintang juga tak selalu berkilau ceriaDaun tidak selalu menempel pada rantingnyaAwan tidak selamanya berwarna biruRoda kehidupan sedang berputarPelangi muncul setelah hujan badaiInginkan terang dalam kegelapanInginkan lebih dari semua kemampuanDengarkan rintihanku pada malam iniApakah salah jika aku memintaApakan keliru jika aku menggebuKu berdoa di sepertiga malamUntuk memohon pengampunan4. Coretan MalamSelamat malam untuk penguasa duniaPemilik seluruh kasih dan cintaHanya kepada-Mulah semua hati memintaEngkaulah tempat bersimpuh pasrah tak berdayaKulukiskan semua cinta hanya untuk-MuKucoret keindahan malam dengan tinta hitamBerharap Engkau mengabulkanBagaimana? Indah, bukan? Demikianlah beberapa puisi tentang malam singkat yang dapat kamu jadikan sebagai renungan. Semoga bermanfaat. adm PuisiTentang Cinta hening malam membuatQ ingin bersamamu.. .. dilamunQ selalu ada kamu.. .. gelap malam dan sinar bulan yang indah menambah ingatQ padamu.. .. indah rasanya kalau kulalui malam ini dan seterusnya bersamamu.. .. tapi itu takan terjadi.. .. dirimu jauh dimataQ tapi tetap akan selalu dihatiQ.. .. Puisi Malam – Aktivitas tidak semuanya dilakukan di siang hari, beberapa diantaranya akan sangat cocok untuk ditekuni dalam malam. Suasana malam akan lebih menenangkan, terutama untuk mengolah rasa. Intelejen menjadi semakin peka ketika malam sunyi tiba. Dan semua itu akan tercermin dalam puisi malam berikut ini Puisi Malam Sunyi Salah satu yang akan mendominasi hati di waktu malam hari adalah kesunyian, bagi jiwa-jiwa yang sendiri. Kesunyian menjadi pisau tajam yang menjerat, memberikan siksaan dalam bentuk yang tidak terlihat. Berikut contoh puisi malam mengenai sunyi 1. Aku Bersama Sebingkai Foto Sesaat nafas yang ku hirup terasa berat, seperti ikut mencekik di setiap tarikan yang ku buat Kepadamu yang bernama malam, akan ku adukan Sekelumit pahit yang meracuni hati yang kian kebas Orang mati tidak hanya memberikan tangis Seumur hidup berjuang untuk apa yang anak cucu bilang sebuah warisan Yang mati, mereka kekal terkunci Lalu, bagaimana dengan engkau yang hanya sekedar pergi? Menaburkan paku dalam selimut yang harus aku tiduri Mengoreskan malam-malam sebagai sunyi Dekap siksa menempel lekat-lekat Seperti berat aku menyebutmu sebagai seorang penghianat Mungkin engkau adalah seorang pencuri yang paling beruntung Membawa semua yang ku miliki dengan hanya sebingkai foto Dalam kotak terjaga lapisan doa Menyisakan sedikit aroma dalam kasurku yang berpagar Hanya bersama sebingkai foto, engkau kembali atau selamanya aku sendiri 2. Terlambat Seakan berlari, hari berganti dengan cepat menuju gelap Membawa penat yang dititipkan penduduk bumi untuk ia adukan Aku, salah satu yang memberikan kotak aduan itu dengan label prioritas Berharap sampai kepada yang bertempat di langit tertinggi dengan segera Tapi terlambat, Kotak itu tergeletak di ambang pintu Seakan terlupa bahwa aku punya pesan pengetuk pintu surga Dia terlalu lelah hari ini Mengelar karpet hitam di angkasa dengan sisa tenaga Malas menggantungkan bintang-bintang sebagai orkestra lagu selamat tidur Harapan yang ku bungkus rapi menguap Menjadi ringan seperti asap 3. Esok Hari Terasa Lama Ingin aku menghardik apapun di alam raya malam ini Seolah bersekongkol mereka bagai penjara yang akan menahan ku menghabiskan masa tua Rasa marah semakin menjadi karena aku hanya di sini sendiri Hanya bersama sunyi malam yang ku harap cepat berganti Aku ingin hangat matahari untuk melunturkan semua daki masa muda Melecut semangat sedikit saja bersama kokok ayam memanggil surya Aku membenci kalian semua,alam raya Dengan licik menahan laju jarum jam berputar meninggalkan malam petang Kau tau artinya? Aku setengah mengumpat… Aku akan semakin tersiksa dalam sunyi semakin lama Bahkan, dengan mematikan lampu pun bayangan itu semakin nampak Menghantuiku dengan rasa ngeri tanpa toleransi Jantung tua ku semakin terengah Nafas yang tersedat aku mencoba untuk bertahan Kepada matahari aku berteriak kencang Bangunlah, bawa serta jagad ini menggeliat bersamamu Aku benci malam sunyi 4. Berteman Lamunan Pilihan yang bijak telah terkunci Aku yang pergi, ku harap kau pun menyusul pergi Di sebidang tanah yang telah ditakdirkan Aku tak mau ada air mata jatuh tertumpah oleh rasa yang tak satu pun mau mengalah Tinggi … meninggi.. marah.. emosi Aku adalah pihakmu, atau aku adalah lawanmu Berbisik dan teriak Dan malam ini aku membawa masuk pilihan yang telah terkunci dalam dipan bergembok Meyakinkan sebagai kebaikan yang akan membawa menuju titik terang Mencari pembenaran untuk setiap kata yang kau bisikkan dengan merobek gendang telingaku Pilihan yang terkunci Dengan sumpah ia tumbuh cepat menjadi keramat Kata berpisah seolah laju panah yang telah kau isi degan bisa racun Melesat cepat Menancap Membawa aku dengan kesendirian tertidur abadi Baca Juga Puisi Islami 5. Kuasa Pencipta Sebilah pisau ku sayatkan dengan lincah Memotong sebagian dirimu untuk ku satukan dengan ku Aku melakukan dengan cepat Penuh perhitungan agar tidak satupun yang mampu meniru Sebelum kau dihilangkan, atau aku yang di comot pergi Menghunus seperti doa yang suci melindungi Hilang kau, tidak ada lagi Sebagian darimu adalah penawar rindu Hilang kau, tidak ada lagi Raut yang bisa dibelai dengan tangan yang terulur jauh melenyapkan jeda Hilang kau, tidak ada lagi Duduk bersila menghadap panorama senja 6. Relakan Untuk apa Tumpukan emas dan berlian Sertifikat pelatian yang terpajang Seluas mata memandang kebun-kebun Anak-anak yang berkialauan Untuk apa Setiap nafas yang terhirup, detakan jantung yang keras berbunyi Langkah kaki tanpa argo pajak membuntuti Untuk apa Kemolekan istri-istri Gemerlap dengan banyak perhiasan Untuk apa Ketika akhirnya yang kau dapat hanya sunyi Ketika pengharapan terakhirumu satu, mati Lalu untuk apa Omongan tinggi menjulang Keringat yang terperas habis Untuk apa Malam yang sendiri, ku fikir lahir dan hanyut akan lebih menyenangkan Tua menumpuk kesalahan itu mengerikan Sunyi menanti ajal menjelma menjadi sahabat karib 7. Petaka Hujan turun tidak mengenal ampun Terlampau beringas untuk sebuah jabat tangan persaudaraan Mungkin langit dan bumi sedang bertentangan Dengan atau tanpa kibaran bendera perang Diam terdiam Tangis menyusup lembut menyela bunyi deras hujan Mengharap kasih Menawarkan perdamaian Langit menolak Tanpa tumbal berkelahian akan terus dia kobarkan Petaka Langit menjadi begitu arogannya Menukar dengan dosa manusia hanya menangis pilu Malam ini dalam sunyi Baca Juga Puisi Cinta Puisi Malam Ramadhan Bulan yang dinantikan sebentar lagi akan datang, memberikan jawaban rindu kepada jiwa-jiwa taat. Malam-malamnyapun penuh dengan keistimewaan yang sayang untuk dilewatkan hanya dengan terlelap. Meraikan malam di bulan ini akan memberikan banyak sensasi rasa dari seorang hamba. Seperti tercermin di puisi-puisi malam berikut ; 1. Sujud-Sujud Rayu Ini yang kau nantikan? Hanya seperti ini kah ? Melamun dan terduduk dalam sayu pandangan putus asa Katamu, pengharapan dan doa akan mengubah semuanya Katamu, sebelas bulan lalu kau akan terus merindu Dan katamu, ku mohon tetap tinggal dan jangan lagi membuat aku menunggu Hanya seperti ini kah Perjalanan panjang yang ku tempuh sebatas untuk bersaksi kepada yang seperti ini Kuatkan setiap sendi dengan zikir yang tidak terputus di ucapkan Menegakkan badan melalui komunikasi yang mesra Hanya berdua… membisikkan kata cinta dalam sujud-sujud rayu Menorehkan bentuk sesal dan janji dalam waktu yang sama Mengulang-ulang mantra suci sebagai pengisi malam hari Ribuan bintang bersinar begitu terang Bersama-sama turut melontarkan harap mereka Memuji kepada engkau hamba mulia 2. Pengharapan Masih ada kesempatan selagi bersungguh-sungguh katanya Terulang sampai puluhan kali ucapan tahunan itu diselipkan Mamak bilang penharapan harus selalu di sertakan Bersama rasa lapar dan mengantuk yang dikuatkan Dalam malam-malam dingin perayu untuk terus meringkuk Memutar memori bayangan lembah berapi Sirnalah bersama sembah yang aku haturkan Keras cambukan kejam Melembutlah dengan manis laku yang aku usahakan 3. Tentang Kabut Itu Hei Untuk kamu yang telah mendengar Adzan ketika membuka pintu dunia Tangisan kesedihan mengantarkan menuju ruang ujian penuh pengawasan Hei Kau bersumpah untuk meyakini yang Esa Kita bersumpah untuk senantiasa menjalankan apa yang kita telah sepakati selagi di angkasa Hei Langit dan bumi kain gerah Yang putih kini sama sekali tak terlihat bekasnya Ketika bumi yang lelah bukan karena memikul jutaan jiwa Hei Apa yang tidak terlihat memberikan jejak angkara Lelah, dengan satu harap bahagia Hei Bukan untukku dan untukmu Bahagia bagi semesta yang terus berdoa Memohonkan gelap datang sampai hari raya Hei Tentang pesan kabut itu ribuan tahun lalu Ia akan membunuh 1/3 dari kamu Hei 1/3 lagi Hei Usai sudah dunia dengan tertib mengadukan dosa manusia 4. Sampaikan Aku Kepadanya Seperti rindu yang menjadi benci jika bertemu Mungkin bukan aku harapanmu Kau lebih mengharap ketupat dan daun pintu menganga Dunia menjadi damai dalam bayangan semu menipu Berjabat tangan seperti murah padahal mereka saling bertukar benci Sampaikan aku kepadanya Kepada yang benar-benar kau rindu Lenyap dalam kaleng-kaleng tertata rapi Sampaikan aku kepadanya Kepada malam dimana peta itu diturunkan Kepada seribu bulan yang menggantung memberi terang Dan kepada halaman terakhir dipanduan yang menjadi warisan Puisi Malam Dalam Kekhawatiran Salah satu rasa yang membuat sangat tersiksa adalah kekhawatiran. Ia menyita banyak fokus untuk sesuatu yang di andai-andaikan. Kekhawatiran semakin menjadi di kala hari telah sepi. Malam hari adalah waktu yang menakutkan. Rasa khawatir menjalar begitu cepat. Mengenai apapun, sayangnya rasa itu terlalu pintar untuk mengambil celah. Berikut puisi malam dalam kekhawatiran 1. Bila Matahari Enggan Bangun Aku telah menyusun banyak agenda esok hari Tentang berdiskusi pada angsa pertanda cinta Memburu merpati setia Dan mendatangi sarang buaya Aku telah menyusun banyak agenda esok hari Bahwa tempat itu tidak akan kau dapatkan dimana pun Ia pencuri yang sangat pandai bersembunyi Ada dalam balik bola mata Tersamarkan dalam aliran darah Vena Tanpa pencarian, ia sudah ada pada tubuhmu Berkamuflase menjadi Mitokondria Menipu untuk terus menemukannya Pertemuan adalah bila matahari bangun pagi-pagi Tapi malam begitu enggan untuk beranjak Menggulungnya secara paksa hanya akan mengobarkan percik api dari esok Bila matahari enggan bangun Maka selamnya aku dalam pencarian untuk menemukanmu 2. Galak Tak sedikitpun malam ini mata mau terpejam Aku sudah sangat lelah untuk semua dusta yang harus ku telan Lirikan penuh amarah isyaratkan Dengan sadis membuat bulan enggan nampak Angin semilir tidak membawa sejuk, tidak membawa semangat yang mengudara Ia dingin, berusaha membekukan setiap gerak yang hendak mengusik gelap ini Bila kau pernah bertanya tentang perang, ini lah yang sebenarnya Bila kau tajam menatap pertanda ini Deru peluru berbalas dengan lemparan geranat Dalam malam yang penuh dengan permusuhan Aku bersumpah aku enggan untuk mengalah Kutarik siang agar cepat menggantikanmu Menahan ujung langit pintumu tak akan lagi terbuka 3. Rengekan Sunyi Lautan, aku coba untuk menirunya Tenang meski memikul jutaan Titanic yang membuat pungungnya menjadi geli Tertantang badai, dia pun enggan untuk bergeming Lautan, aku coba untuk menirunya Langkahku bersama Parkinson membuat lautan tertawa Tenang teriakmu lantang Ingatkan Mengenai hal yang aku bisikkan Bahwa ada rahasia pertentangan dalam diriku dengan aku Memberontak seperti perang dingin dalam satu atap Umpama satu kapal menuju dua arah mata angin Aku Dengan gemetar yang kian parah Meninggalkan jejak jemari untuk dijadikan prasasti Ketika mereka mulai dewasa Ku harap tulisan itu masih layak untuk terbaca Aku Dengan tua yang tak bisa sedikit saja tertunda Ku harap mereka akan mengingatku sambil berdoa 4. Selimut Dosa Malam Ini Memintal seribu kain untuk menutup dosa malam ini Bayangan penghianatan yang harus aku sembunyikan rapat Menebarkan aroma pertanda Membuat ku tidak boleh lalai menabur bunga Mengiris tipis untuk membedakan dengan tanda duka Selimuti dosa malam ini Tentang satu larangan dengan sengaja aku memasuki Mata terbuka aku membawa langkah kaki Menghujani dengan sesal, sesak, Menyiagakan jutaan tank tempur Kekeliruan kecil akan memicu perang tanpa usai Hilangkan aku atau kepergianmu Ribuan selimut terpintal malam ini Aku berjanji tidak akan lelah untuk membuatnya esok Menyusun tinggi samarkan dosa malam ini Baca Juga Puisi Rindu Puisi Malam Penuh Rasa Bahagia Rasa hari ingin hidup seribu tahun lagi bila bahagia datang. Menghujani seiap diri dengan senyuman. Memalingkan dari duka yang selama ini menjadi siksa. Bahagia bersama puisi malam akan membuat semakin sempurna. Berikut contoh puisi malam dengan tema penuh rasa bahagia 1. Segerakan Untukmu 24 tahun aku menunggu Meniti harap sejak kali pertama telinga ini mendengarkan banyak bunyi Perih dan takut aku mengawali perjalanan panjang tiada henti Untukmu 24 tahun ku jalani dengan harapan penopang nadi Warisan rasa takut yang sama sudah menjadi tradisi dari awal bumi memulai Setiap tangis yang berganti dengan tangis yang lebih dramatis Setiap senyuman seperti menghina kedatangan satu jiwa membuat penuh sesak bumi mereka Untukmu 24 tahun menunggu dengan setia Memadukan dua mantra Bersatu menebus separuh agama Aku tidak harus tidur malam ini bukan? Bibirku terlampau pemberontak untuk tidak sedetik pun melempar senyuman Aku tidak harus tidur malam ini bukan? Siaga mengawasi jam pasir yang lambat berjalan Aku tidak harus tidur malam ini bukan? Ku pastikan datang pagi-pagi 2. Aku Telah Berkencan Sudah.. sudahi saja sepi ini Aku tak kuat menahan hingga esok datang mengetuk mataku Sekarang saja Biar waktu ini terusir karena ketidaksukaanku menunggu Sebuah gaun yang indah lengkap dengan sepatu Ayolah Sekarang saja Rindu yang membuncah seperti tidak kuat untuk terbendung Memasung dalam kerdil aku menunggu Setelah belasan purnama kesendirian Bunga bermekaran itu berwarna-warni memberikan harum menggoda Kenapa tidak sekarang saja? Bahkan waktu di waktu paling sunyi aku telah siap untuk datang Memamerkan sejuta foto Dengan aku dan kamu Di belahan bumi yang tak sama 3. Pasukan Mimpi Kami adalah muda dengan gelora yang menghangatkan mereka yang tua Teriak-teriak tanpa kehausan di terik matahari siang tadi Merayap dalam kubangan putus asa, tidak sedetik pun kami berhenti Berlari di rumput yang tinggi, dan melewati pohon rindang tanpa berteduh menghilangkan keringat Terjang menerjang berbaku hantam dengan negatif diri Bila hari masih terang, tak perlulah kami semua bergerak tergeletak di ranjang-ranjang Tersenyum dalam mata terpejam Semangat muda memeluk raga yang sedikit merasa lelah Itu tidak seberapa Senyum mengembang melihat bumi yang mulai muda kembali Menularkan gairah pelestarian di kaki-kaki tiang langit Menerbangkan ke luas laut Menghalau pergi memusnahkan apa yang akan mengotori Berbahagia bumi sedikit terlihat lebih muda 4. Rekah Laju waktu memberhentikan aku pada titik ini Mengantri sepanjang kesabaran hari yang telah terpompa menggembung Suatu tempat asing dengan banyak gulali manis dan permen kapas Tertuju kami pada satu titik di sini Peri-peri kecil seolah teramat sibuk hingga tak lagi saling menyapa Membawa ke sana ke mari harum-harum yang disembunyikan wujudnya Menabur di sana memercikkan di sini Sebuah momen besar telah dipersiapkan ku kira Mematung aku tak goyang meski angin membangunkan Aku dengan tubuh jangkung yang tak mau melihat apa yang menjadi daya tarik kami Berduyun-duyun yang datang tak mampu menggeser posisi aku berdiri, aneh Tak ada niatan untuk beranjak aku membiarkan waktu menyatu dengan jasadku Terkadang banyak yang lena hingga menyerahkan segalanya Kepada apa yang membuat kami berdesakan menunggu lama Seperti ada sebuah tenda dan tak satupun lubang intip terbuka Rapat Rahasia Tidak seorang pun menggeser tempatku? Aneh ketika dingin semakin menusuk, aku seperti terusik tepat dimana tenda terbuka Tidak ku sangka.. mungkin ia adalah ratu dari ribuan peri-peri kecil yang hilir mudik Cantik mengalahkan sejuta wanita yang disatukan pesonanya Hanya aku yang melihat? Kenapa mereka semua tidak menoleh Lihatlah tangannya menjuntai jauh meraih aku Berbisik mesra ini adalah waktunya Sentuhan itu membuat aku terperanjat Terbangun aku dalam mimpi bahagia di malam ini 5. Persembunyiannya Ku Temukan Sepertiga hari yang gelap menjadi sahabat setia Menerima tumpahan duka dan suka cita yang tergelontor ku serahkan Sebagai saksi hidupku menumpuk rahasia di setiap jejak langkah pagi petang Sajak yang teralun menjadi rantai penjaga hati Mengayun pasti tidak pernah ragu Sekarang tiba langkah terakhir dalam perjuangan yang berat Gerbang terbuka semerbak dengan harum wangi bunga Bahagia seperti terlihat nyata Haru menderu Bahagia menghadang seperti janji yang telah pasti Memeluk rindu erat tak ingin terlepas Beberapa puisi malam akan memberikan gambaran bahwa tidak hanya satu atau dua rasa yang bisa memikat di malam hari. sebagai penutup hari, malam memiliki kejutan yang siap untuk dibagikan kepada siapa saja dengan cuma-Cuma. Memberikan kebebasan untuk merasa sepi menyiksa atau puas bahagia. Malam memiliki jutaan misteri di dalamnya. Puisi Malamtentangkisah kita. apakah permulaannya itu cinta? atau hanya kita yang sering bermimpi. untuk menjadi sepasang merpati cinta? Tidak mengapa andai kisah kita ternoktah. bukankah kita terbiasa sendiri? menghitung bintang di langit hanya bertemankan khayalan sepi? tiada dakapan hangat. hanya dingin malam yang menyelimuti? Tiada apa perlu di cari
Setiapmalam datang kau selalu hadir dihiasi bintang, diterangi rembulan Kau pun hadirkan kesunyian Dan kesunyian itu ku lalui dengan kelipan bintang dan cahaya Cahaya rembulan dan bintang menemani malam yang larut Entah kenapa ada kesepian di hatiku saat ini Padahal bulan menyapa dengan indah Bintang pun berkedip kedip mengajak bercanda Sang malam Namunkita memang harus kuat. Mau tidak mau diri ini akan menjadi dewasa dan melewati semua kisahnya. Tentang bahagia atau sedih, kita sendirilah yang memilih. Pada postingan ini disajikan contoh puisi bertema ketakutan, terutama rasa takut akan masa depan dan tumbuh dewasa. Mari disimak ya: PuisiAku dan Malam Ade Kawan Cicurug Dekaplah aku erat dalam pelukan. Ku cumbui malam dalam kesunyian. Pekat begitu berat. Sepi tiada hasrat. Bulan dan bintang tiada nampak. Yang ada terlihat hanyalah gumpalan berarak. Awan gelap gambarkan hati yang sesak. Kala miris aku pasrah terdesak. Aku dan malam dengan sejuta kepedihan. Danberikut ini beberapa judul puisi malam hari rindu atau puisi malam yang merindu dalam kumpulan puisi tentang malam dan rindu yang dipublikasikan 1. Puisi tentang rindu di malam hari 1.1. Puisi di bibir 1.2. Puisi menuang rindu 2. Puisi tentang malam dan kamu 2.1. Puisi lelaki itu 2.2. Puisi malam gemintang 3. .